Cerita inspirasi Pensil
Dikisahkan, sebuah pensil akan segera dibungkus
dan dijual ke pasar. Oleh pembuatnya, pensil itu dinasihati mengenai tugas yang
akan diembannya.
Maka, beberapa wejangan pun diberikan kepada si
pensil.
Inilah yang dikatakan oleh si pembuat pensil
tersebut kepada pensilnya.
“Wahai pensil, tugasmu yang pertama dan utama
adalah membantu orang sehingga memudahkan mereka menulis.
Kamu boleh melakukan fungsi apa pun, tapi tugas
utamamu adalah sebagai alat penulis.
Kalau kamu gagal berfungsi sebagai alat tulis.
Macet, rusak, maka tugas utamamu gagal.”
“Kedua, agar dirimu bisa berfungsi dengan
sempurna, kamu akan mengalami proses penajaman.
Memang meyakitkan, tapi itulah yang akan membuat
dirimu menjadi berguna dan berfungsi optimal ”.
“Ketiga, yang penting bukanlah yang ada di luar
dirimu. Yang penting, yang utama dan yang paling berguna adalah yang ada di
dalam dirimu.
Itulah yang membuat dirimu berharga dan berguna
bagi manusia ”.
“Keempat, kamu tidak bisa berfungsi sendirian.
Agar bisa berguna dan bermanfaat, maka kamu harus
membiarkan dirimu bekerja sama dengan manusia yang menggunakanmu ” .
“Kelima. Di saat-saat terakhir, apa yang telah
engkau hasilkan itulah yang menunjukkan seberapa hebatnya dirimu yang
sesungguhnya.
Bukanlah pensil utuh yang dianggap berhasil, melainkan
pensil-pensil yang telah membantu menghasilkan karya terbaik, yang berfungsi
hingga potongan terpendek.
Itulah yang sebenarnya paling mencapai tujuanmu
dibuat ”.
Sejak itulah, pensil-pensil itu pun masuk ke
dalam kotaknya, dibungkus, dikemas, dan dijual ke pasar bagi para manusia yang
membutuhkannya.
Comments
Post a Comment